Kutai Timur – Persoalan tidak terserapnya hasil panen petani di Kecamatan Kaubun menjadi sorotan dalam forum resmi DPRD Kutai Timur. Hal tersebut disampaikan anggota legislatif dari Fraksi PDI Perjuangan, Faizal Rachman, dalam sidang paripurna.
Dalam penyampaiannya, Faizal mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan adanya penumpukan gabah dalam jumlah besar yang belum mendapatkan pembeli.
“Kaubun pada saat ini sedang panen raya dan kita kemarin survei ke tiga titik penggilingan padi, itu ada sekitar 800 ton gabah kering penuh tidak ada pembeli,” ujarnya di hadapan forum paripurna.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh petani.
Menurutnya, salah satu langkah yang bisa diambil adalah mendorong keterlibatan pemerintah daerah melalui kebijakan konkret untuk membantu penyerapan hasil panen.
“Mudah – mudahan melalui surat edaran dari pak bupati kepada pimpinan OPD agar bisa membeli hasil dari petani kita,” lanjutnya.
Faizal juga menilai, penyampaian isu ini dalam sidang paripurna menjadi penting agar dapat ditindaklanjuti secara kelembagaan, bukan sekadar wacana.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis, termasuk menggandeng berbagai pihak seperti Bulog dan pelaku usaha, guna memastikan hasil panen petani dapat terserap dan harga tetap stabil.












