SANGATTA — Persiapan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki tahap akhir. Seluruh petugas mengikuti gladi bersih di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Sabtu (15/8/2026), atau dua hari sebelum pelaksanaan upacara.
Gladi bersih dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian upacara, mulai dari pengibaran hingga penurunan bendera Merah Putih, berjalan sesuai susunan acara. Sejumlah unsur kepanitiaan, petugas upacara, pengamanan, hingga Paskibraka mengikuti simulasi dan gladi bersih tersebut.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompi) Sekretariat Kabupaten Kutim, Iwan Adiputra, mengatakan secara umum gladi berjalan lancar dan seluruh unsur telah mengikuti arahan yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan untuk gladi bersih secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik, sesuai dengan petunjuk dan arahan dari pusat,” kata Iwan.
Meski begitu, masih terdapat sejumlah catatan. Iwan menyebut beberapa Perangkat Daerah (PD) yang ditunjuk sebagai peserta upacara tidak hadir dalam gladi. Padahal, undangan dan imbauan telah disampaikan sebelumnya.
Selain kehadiran peserta, panitia juga masih mengevaluasi atraksi paramotor yang direncanakan menjadi bagian dari rangkaian acara. Kendala teknis membuat atraksi tersebut belum berjalan maksimal.
Di sisi lain, Pelatih Paskibraka Kutim, AIPTU Wahyu Winarko, memastikan pasukan pengibar bendera dalam kondisi siap. Menurut dia, tidak ditemukan kendala berarti dalam simulasi pengibaran maupun penurunan bendera sehingga seluruh rangkaian dapat terlaksana dengan baik.
Setelah gladi, Paskibraka dijadwalkan menjalani masa tenang pada Minggu (16/8/2026). Mereka juga akan mengikuti agenda pengukuhan dan bertemu orang tua untuk meminta doa restu sebelum menjalankan tugas pada Senin (17/8/2026). (ADV/ProkopimKutim/KR)













