SANGATTA – Penguatan layanan kesehatan primer terus dilakukan Puskesmas Teluk Lingga dengan mengedepankan pendekatan promotif dan preventif. Langkah tersebut diwujudkan melalui optimalisasi pelayanan luar gedung sebagai bagian dari implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP).
Kepala Puskesmas Teluk Lingga, drg. Sri Endrayati, mengatakan paradigma pelayanan kesehatan saat ini menempatkan pencegahan sebagai prioritas sebelum masyarakat jatuh sakit.
Menurutnya, petugas kesehatan tidak hanya melayani pasien di fasilitas kesehatan, tetapi juga aktif mendatangi masyarakat melalui berbagai program lapangan. Kegiatan itu mencakup kunjungan ke sekolah, Posyandu, instansi pemerintah, maupun kelompok masyarakat di wilayah Teluk Lingga, Singa Gembara, dan Swarga Bara.
Salah satu layanan yang diperkuat adalah skrining kesehatan bagi calon pengantin. Program tersebut dilaksanakan bersama KUA dan Gereja Katolik Santa Teresia dengan paket pemeriksaan yang meliputi edukasi kesehatan reproduksi, tes HIV, skrining penyakit tidak menular, pemeriksaan laboratorium hepatitis, hingga penilaian status gizi.
Pemegang Program Catin Bidan Siti Romlah mengatakan pendekatan jemput bola dipilih agar masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan secara lebih mudah dan efisien.
Di sisi lain, sistem kewaspadaan terhadap penyakit menular tetap diperkuat. Saat terdapat laporan dugaan kasus DBD, tim penyelidikan epidemiologi segera melakukan penelusuran lapangan, identifikasi faktor risiko lingkungan, serta koordinasi dengan petugas kesehatan lingkungan dan kader.
Sri menambahkan, apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang mengarah pada kondisi tertentu, Puskesmas akan melakukan verifikasi melalui pemeriksaan ulang sebelum memberikan pendampingan dan konseling. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pencegahan penyakit sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/KR)













