BENGALON — Ruas jalan pengganti permanen Simpang Perdau–Tepian Langsat sepanjang 18,6 kilometer resmi dioperasikan. Jalur di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), itu diharapkan memperkuat konektivitas antarkawasan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi.
Peresmian ditandai dengan pembunyian sirene oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan jajaran pejabat terkait. Setelah seremoni, masyarakat mulai menggunakan jalur baru tersebut.
Jalan permanen ini dibangun dengan sejumlah infrastruktur pendukung, termasuk sistem drainase dan bahu jalan. Fasilitas tersebut disiapkan untuk meningkatkan ketahanan konstruksi, menjaga keamanan pengguna, serta menekan potensi kerusakan badan jalan.
Presiden Direktur dan CEO PT Kaltim Prima Coal (KPC) Muhammad Rudy mengatakan pembangunan jalur tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan wilayah. Menurut dia, koridor Simpang Perdau–Tepian Langsat memiliki posisi penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan akses yang lebih baik, waktu tempuh yang lebih efisien, standar keselamatan yang lebih tinggi, jalan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas serta membuka peluang investasi dan pengembangan wilayah di masa depan,” ujar Rudy.
Ia menyebut akses jalan yang semakin baik dapat mendukung sektor perkebunan, pertanian, jasa, hingga logistik.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi kontribusi KPC, PT Wijaya Karya (WIKA), pemerintah, serta pihak lain yang terlibat dalam pembangunan tersebut. Ia menilai keberadaan jalan permanen tidak hanya menjawab kebutuhan transportasi, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya pusat ekonomi baru di Bengalon dan sekitarnya.
“Ini bukan hanya soal jalan, tetapi bagaimana jalan ini memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Ardiansyah.
Ia meminta kualitas dan fungsi jalan dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (ADV/ProkopimKutim/KR)













