SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Rapat Koordinasi Internal Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. Rakor ini menjadi titik balik dalam menyusun strategi baru untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Fokus utama pertemuan mencakup pembentukan TPPS periode 2025–2028, penetapan lokus stunting terbaru, serta penguatan program Genting—Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting—yang berbasis masyarakat.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B, menegaskan bahwa pembaruan TPPS adalah mandat nasional yang tak bisa ditunda.
“SK lama berakhir Desember ini. Kita harus bergerak cepat agar upaya penurunan stunting tidak terhenti,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penanganan stunting bukan tugas satu instansi.
“Semua perangkat daerah wajib terlibat. Ini bukan hanya soal gizi, tapi juga pendidikan, sanitasi, dan kesejahteraan keluarga,” tegasnya.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, meminta setiap kepala perangkat daerah menjadi pengampu minimal tiga anak stunting atau keluarga berisiko. Pendekatan ini diharapkan membuat intervensi lebih personal dan tepat sasaran.
Junaidi juga menyoroti pentingnya akurasi data By Name By Address (BNBA) agar program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak usia 0–23 bulan tersalurkan tepat dan terintegrasi dengan sistem nasional.
“Data yang presisi adalah fondasi kebijakan yang efektif. Tanpa itu, kita hanya menebak,” tambahnya.
Rakor turut menghadirkan perwakilan Dinas Kesehatan Kutim Hj. Irma Aryani, yang memaparkan analisis lokus stunting terbaru, serta Ani Saida dari DPPKB yang menjelaskan strategi sosialisasi program Genting. Hadir pula Ketua BAZNAS Kutim Masnif Sofwan, Forkopimda, dan pimpinan perangkat daerah lainnya.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sinergi program, memperbaiki alokasi anggaran, dan memastikan setiap intervensi benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.
Karena di Kutai Timur, menurunkan stunting bukan sekadar mengejar angka tetapi menjaga masa depan anak-anak yang akan membangun daerah ini. (ADV/ProkopimKutim/K)












