SANGATTA — Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menyoroti lambannya birokrasi yang dinilai dapat menghambat masuknya investasi ke daerah. Ia meminta aparatur pemerintah memperbaiki tata kelola pelayanan agar investor mendapat kepastian dan kepercayaan untuk menanamkan modal.
Hal itu disampaikan Mahyunadi dalam Sosialisasi Antikorupsi dan Pengendalian Gratifikasi yang digelar Inspektorat Wilayah (Itwil) Kutim di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Rabu (19/8/2026).
Mahyunadi membandingkan kondisi Kutim dengan Bontang yang dinilainya mampu menarik investasi meski tidak memiliki kawasan khusus seperti yang tersedia di sejumlah daerah. Menurut dia, salah satu faktor yang harus dievaluasi adalah proses birokrasi dan pelayanan perizinan.
Ia mengingatkan aparatur agar tidak memanfaatkan pengetahuan mengenai prosedur administrasi untuk mencari celah penyimpangan.
“Pemerintah yang bersih dipastikan akan menarik perhatian para penanam modal untuk menanamkan modalnya di Kutai Timur,” kata Mahyunadi.
Menurutnya, percepatan investasi harus berjalan seiring dengan pembenahan integritas aparatur. Pemerintah daerah kini mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi berbagai sektor, mulai pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan hingga pariwisata.
Mahyunadi mencontohkan investasi PT Indonesia Plantation Synergy (IPS) yang melalui grup usahanya mulai merealisasikan pembangunan pabrik minyak goreng di Kecamatan Sangkulirang, meliputi Desa Kerayaan dan Pulau Miang.
Investasi tersebut juga diikuti usulan pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk bandara.
Ia meminta camat memperkuat pengawasan administrasi di tingkat desa. Sinergi dengan aparat pengawasan internal pemerintah dinilai diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan transparan dan akuntabel.
Mahyunadi menegaskan pemahaman aparatur terhadap aturan seharusnya menjadi modal memperbaiki pelayanan, bukan dimanfaatkan untuk menghindari pengawasan. Menurut dia, birokrasi yang bersih merupakan fondasi penting bagi percepatan pembangunan ekonomi Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KR)













