SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan memperluas upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS dengan menyasar langsung lingkungan sekolah. Program edukasi tersebut diprioritaskan bagi pelajar SMA sebagai langkah membentengi generasi muda dari berbagai risiko yang dapat mengganggu kesehatan dan masa depan mereka.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan pemerintah daerah telah melakukan rapat koordinasi untuk menyiapkan langkah penanganan persoalan tersebut. Sosialisasi nantinya dilakukan bersama sekolah sebagai bagian dari pencegahan sejak dini.
“Kita ingin masuk ke sekolah untuk memberikan edukasi sejak dini agar anak-anak kita terhindar dari perbuatan yang merusak masa depan mereka,” ujar Mahyunadi saat membuka Jalan Sehat PGRI Kutim dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI di Halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, baru-baru ini.
Menurut Mahyunadi, materi edukasi tidak hanya berkaitan dengan bahaya narkoba. Para pelajar juga akan mendapat pemahaman mengenai HIV/AIDS, pergaulan bebas, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat.
Ia menilai sekolah mempunyai posisi strategis dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak peserta didik. Karena itu, pencegahan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah saja.
Mahyunadi mengatakan guru dan tenaga pendidik perlu ikut mengawasi lingkungan pergaulan siswa. Peran orang tua juga dibutuhkan untuk memastikan anak memperoleh pendampingan di luar sekolah.
“Pendidikan ini adalah investasi jangka panjang,” katanya.
Ia menambahkan pembangunan pendidikan harus mencakup perlindungan kesehatan fisik dan mental. Kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, dan keluarga diharapkan mampu memperkuat perlindungan pelajar Kutim dari narkoba, HIV/AIDS, dan perilaku berisiko lainnya. (ADV/ProkopimKutim/KR)













