SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong peningkatan kapasitas nelayan kecil sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor kelautan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penguatan sumber daya manusia dinilai penting agar potensi perikanan daerah dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan sektor kelautan masih menjadi salah satu potensi daerah yang perlu dikembangkan lebih serius. Hal itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Pengembangan Kapasitas Nelayan Kecil di Ruang Pelangi Hotel Royal Victoria, Rabu (5/8/2026).
Menurut Ardiansyah, perekonomian Kutim selama ini banyak ditopang sektor pertambangan dan perkebunan. Namun, pemerintah daerah tidak ingin potensi lain, termasuk perikanan, terabaikan.
“Masih ada tiga potensi yang belum optimal kita kembangkan, di antaranya beternak sapi, pertanian, dan melaut. Untuk itu, kita perlu meng-upgrade kemampuan sumber daya manusia di bidang kelautan,” kata Ardiansyah.
Kegiatan yang digelar Dinas Perikanan Kutim tersebut diikuti pelaku usaha perikanan dan nelayan setempat. Materi sosialisasi diarahkan pada peningkatan keterampilan, pengelolaan usaha, kualitas hasil tangkapan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna.
Kepala Dinas Perikanan Kutim Yuliansyah menyebut wilayah pesisir memiliki sumber daya laut yang berpotensi menjadi penopang ekonomi daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas nelayan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Ia berharap kegiatan tersebut mendorong terbentuknya kelompok nelayan yang mandiri, sejahtera, serta mampu menerapkan pengelolaan sumber daya laut yang ramah lingkungan. (ADV/ProkopimKutim/KR)













