SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memetakan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. Sebanyak 1.895 usulan dari berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan dihimpun sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Dalam forum tersebut, Kepala Bappeda Kutim Januar Bayu Irawan menegaskan penyusunan program pembangunan akan difokuskan pada enam isu strategis yang dinilai masih menjadi tantangan utama daerah.
“Isu-isu ini menjadi dasar kita dalam menentukan prioritas, agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” ujar Bayu.
Enam isu tersebut meliputi peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM), percepatan penanggulangan kemiskinan, optimalisasi potensi sumber daya alam nonpertambangan, penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, serta peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan hidup.
Menurut Bayu, peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi penting agar masyarakat mampu bersaing di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja. Sementara itu, upaya pengurangan kemiskinan harus dilakukan secara terarah sehingga mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menilai diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor non-tambang perlu terus diperkuat agar struktur ekonomi Kutim tidak bergantung pada satu sektor.
Bayu menambahkan seluruh isu tersebut saling berkaitan sehingga penyusunan kebijakan tidak dapat dilakukan secara terpisah.
“Perencanaan tidak bisa parsial. Semua harus saling mendukung agar hasilnya benar-benar berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Melalui Musrenbang, Pemkab Kutim berharap berbagai masukan yang disampaikan mampu menghasilkan RKPD 2027 yang lebih terukur, realistis, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/KR)













