SANGATTA – Dengan tema “Membina Generasi Qurani dengan Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan,” pelatihan ini adalah gerakan membentuk guru-guru Qur’an yang ikhlas, kompeten, dan berjiwa pendidik sejati. Kegiatan yang digagas Darusalam Qur’an Center (DQC) itu mendapat dukungan penuh dari Pemkab Kutim, sebagai bagian dari upaya membangun karakter religius di tengah arus modernisasi pendidikan.
Empat narasumber dihadirkan, memberikan pembekalan mulai dari teknik tartil, metode pengajaran yang menggugah semangat, hingga penanaman nilai spiritual agar guru menjadi teladan.
“Ilmu yang tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah,” ujar Ustaz Gatot Suwoko, Koordinator DQC dalam laporannya. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian Bupati Kutim dalam meningkatkan kualitas guru Al-Qur’an.
Dari perwakilan Pimpinan Ummi Daerah, Ustaz Hadiyatulloh menegaskan pentingnya konsistensi belajar. “Metode Ummi adalah jalan membangun akhlak. Kami ingin guru-guru terus menumbuhkan semangat dakwah melalui pengajaran yang lembut dan penuh kasih,” ujarnya.
Bupati Kutai Timur H. Ardiansyah Sulaiman, yang hadir menutup kegiatan, menyampaikan arah kebijakan pendidikan Qurani daerah. “Pelatihan ini penting untuk memperbaiki bacaan dan juga membentuk karakter. Saya berharap para guru terus memperdalam metodologi dan menjadikan proses belajar sebagai pengabdian,” kata Ardiansyah.
Ia menegaskan, sejak 2023 Pemkab Kutim telah memperkuat pelajaran Al-Qur’an dalam kurikulum pendidikan agama, sebagai fondasi membangun generasi yang berakhlak dan berjiwa spiritual kuat. “Program seperti ini harus berlanjut. Ini adalah penguatan identitas dan kearifan lokal masyarakat Kutim,” tambahnya.
Di tengah derasnya arus digital, pelatihan ini menjadi oase —tempat para pendidik meneguhkan niat, memperdalam ilmu, dan menanamkan cinta Al-Qur’an kepada generasi muda. Dari Sangatta, di tangan 61 guru itu, tumbuh pohon ilmu yang akan berbuah bagi peradaban Qurani Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/K)













