SANGATTA – Langkah penting ini terwujud lewat kolaborasi erat antara Dinas Koperasi UKM Kutim bersama GENRPO Kalimantan Timur (Kaltim) dan lembaga ID SEED (Indonesia Diaspora Pemberdayaan & Pengembangan Ekspor UKM-IKM). Melalui kesepakatan tersebut, kakao dan nanas asal Kutim akan segera dipasarkan ke beberapa negara Eropa seperti Jerman dan Prancis, serta Turki.
Kepala Dinas Koperasi UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah maju untuk memperluas akses pasar internasional bagi produk unggulan daerah.
“Kakao dan nanas Kutai Timur memiliki kualitas yang sangat baik. Melalui kerja sama dengan ID SEED, kita optimis produk ini akan memiliki daya saing kuat di pasar global dan memberikan nilai tambah signifikan bagi petani serta pelaku UMKM lokal,” ujarnya.
Teguh juga menjelaskan bahwa peluang kolaborasi terbuka lebar dengan Pipiltin Cocoa, perusahaan pengolahan cokelat terkemuka asal Jakarta, yang menunjukkan ketertarikan terhadap kakao fermentasi asal Kutim. Komunikasi lanjutan akan segera dilakukan untuk menjajaki kerja sama komersial yang lebih konkret.
“Kolaborasi dengan jaringan diaspora Indonesia melalui ID SEED dan Pipiltin Cocoa menjadi peluang strategis untuk memperkuat branding sekaligus membuka jalur distribusi yang berkelanjutan di pasar internasional,” tambahnya.
Kemitraan ini dianggap sebagai batu loncatan bagi Kutim dalam memperluas jejaring ekspor. Selain itu, diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani lokal. Dengan kualitas komoditas yang unggul dan dukungan dari jejaring internasional, Kutim menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan potensi ekspor pertanian paling menjanjikan di Kaltim.
Capaian ini selaras dengan visi daerah untuk memperkuat ketahanan ekonomi berbasis komoditas unggulan lokal. Kutim kini tak sekadar memasarkan hasil bumi, tetapi tengah menyiapkan langkah panjang menuju kemandirian ekonomi daerah berbasis daya saing global. (ADV/ProkopimKutim/K)













