SANGATTA — Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Mahriadi langsung menyiapkan sejumlah langkah pembenahan untuk mendorong pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif daerah. Penguatan tata kelola, pemetaan destinasi unggulan, hingga peningkatan fasilitas dasar menjadi agenda awal yang akan dikerjakan.
Mahriadi mengatakan pembenahan sektor pariwisata harus dimulai dari internal organisasi. Konsolidasi kelembagaan dan penataan sistem kerja dinilai penting agar seluruh jajaran memiliki arah yang sama dalam menjalankan program.
“Kami akan mengawali dengan penguatan fondasi, penataan sistem tata kelola, dan konsolidasi kelembagaan,” ujar Mahriadi kepada awak media.
Setelah fondasi kelembagaan diperkuat, Dispar Kutim akan memetakan destinasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai prioritas. Langkah tersebut akan disertai pelatihan dasar bagi sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Perbaikan fasilitas dasar juga menjadi perhatian. Mahriadi menyebut sanitasi dan ketersediaan air bersih sebagai kebutuhan penting untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan ketika berkunjung ke berbagai objek wisata.
Di sisi promosi, Dispar Kutim akan menggenjot strategi digital branding. Dinas tersebut berencana membangun kerja sama dengan media agar informasi mengenai destinasi wisata Kutim dapat menjangkau khalayak lebih luas.
Pengembangan pariwisata juga akan dilakukan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah. Dispar akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas PU, serta Dinas Lingkungan Hidup untuk mendukung pelaku usaha, akses infrastruktur, dan kebersihan kawasan wisata.
Mahriadi juga membuka peluang pemanfaatan dana CSR perusahaan untuk membantu pembiayaan pengembangan pariwisata. Sementara itu, festival Lom Plai dan kegiatan di Pantai Sekerat akan tetap dipertahankan.
Dalam 100 hari kerja, evaluasi bersama seluruh kepala bidang akan dilakukan untuk mengukur perkembangan program. Mahriadi menargetkan pariwisata Kutim semakin dikenal hingga tingkat nasional dan internasional. (ADV/ProkopimKutim/KR)













