KUTAI TIMUR – Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur kembali menyambut mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, kehidupan organisasi, serta nilai-nilai yang menjadi landasan dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
Mengusung tema “STIPERIAN Muda: Kritis, Disiplin, dan Berbudi Luhur Berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi”, PKKMB 2026 diarahkan tidak hanya sebagai kegiatan pengenalan kampus, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter mahasiswa yang mampu berpikir kritis, memiliki kedisiplinan, serta menjunjung tinggi nilai moral dalam kehidupan akademik maupun bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua III STIPER Kutai Timur Bidang Kemahasiswaan, Imannudin, mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya berorientasi pada kehidupan perkuliahan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kampus dan daerah.
“Jadilah mahasiswa yang peduli terhadap kampus dan daerah terkhusus pada sektor pertanian, perkebunan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” ujar Imannudin.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting dalam melihat berbagai persoalan yang berkembang di daerah. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, serta pengelolaan sumber daya alam yang tetap memperhatikan keberlanjutan.
Sementara itu, Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) STIPER Kutai Timur, Tria Kelvain, menekankan pentingnya mahasiswa baru memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang untuk mengembangkan diri.
“Semoga teman-teman mahasiswa baru menjadikan perkuliahan ini sebagai tempat belajar, berorganisasi, berkolaborasi serta bisa mengasah potensi diri guna mendukung Indonesia Emas 2045,” tutur Tria Kelvain.
Ia menilai kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik di dalam ruang kelas. Pengalaman berorganisasi, membangun kolaborasi, serta mengembangkan potensi diri menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mahasiswa yang siap menghadapi tantangan di masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIPER Kutai Timur, Yosua Sihotang, mendorong mahasiswa baru agar memiliki keberanian untuk melihat dan merespons berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.
“Harapannya, teman-teman bisa menjadi mahasiswa yang mau belajar untuk berani melihat persoalan dan menjadi pelopor perubahan,” ungkap Yosua.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari semangat PKKMB 2026. Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga mampu mengembangkan daya kritis dan keberanian untuk mengambil peran dalam menyikapi berbagai persoalan sosial, lingkungan, maupun pembangunan daerah.
Melalui PKKMB 2026, STIPER Kutai Timur menempatkan mahasiswa baru sebagai bagian dari generasi yang diharapkan mampu mengimplementasikan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat “Kritis, Disiplin, dan Berbudi Luhur”, mahasiswa baru STIPER Kutai Timur diharapkan mampu menjalani proses perkuliahan dengan penuh tanggung jawab sekaligus membangun kepedulian terhadap kampus, masyarakat, dan daerah.
PKKMB pun menjadi titik awal bagi lahirnya Stiperian muda yang tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan berkolaborasi, serta keberanian untuk menjadi bagian dari perubahan dan pembangunan berkelanjutan di Kutai Timur maupun Indonesia.












