
SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan akses pendidikan, terutama bagi pelajar yang tinggal jauh dari sekolah. Melalui kolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Pemkab Kutim berencana menghadirkan bus sekolah yang akan melayani rute pedesaan sebagai solusi konkret bagi transportasi siswa.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Komisi D DPRD Kutim. H. Shabaruddin, anggota Komisi D dari Partai Gelora, menyebut bahwa rencana penyediaan bus sekolah ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
“Rencananya tahun ini akan disediakan bus sekolah. Program ini akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, mungkin sebagai permulaan baru satu unit dulu,” ujar Shabaruddin usai rapat koordinasi program pendidikan.
Menurutnya, meskipun program ini dimulai secara bertahap, penyediaan bus sekolah memiliki dampak besar bagi keluarga di daerah pelosok. Mereka selama ini terkendala jarak dan tingginya ongkos transportasi harian. Bus sekolah ini dirancang khusus untuk melayani wilayah dengan akses sulit, seperti daerah hulu dan perbatasan antarkecamatan.
“Walaupun baru satu unit, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk hadir langsung. Harapannya armada ini dapat terus bertambah setiap tahunnya,” jelasnya.
Selain mengurangi hambatan transportasi, program bus sekolah juga diharapkan mampu menekan angka ketidakhadiran siswa di sekolah dasar dan menengah pertama, sekaligus meningkatkan semangat belajar anak-anak di desa. Data Dinas Pendidikan Kutim menunjukkan bahwa masih ada lebih dari 800 pelajar di 18 kecamatan yang setiap hari menempuh perjalanan lebih dari lima kilometer menuju sekolah.
“Banyak anak yang harus berangkat subuh karena jarak sekolah cukup jauh. Kehadiran bus sekolah ini akan sangat membantu mereka,” ujar Shabaruddin.
Politisi kelahiran Sangkulirang itu menekankan agar program ini tidak berhenti pada tahap awal. Ia berharap, tahun depan Pemkab Kutim dapat menambah armada dan memperluas jangkauan ke kecamatan lain seperti Karangan, Kaubun, dan Sandaran.
Langkah ini selaras dengan visi besar Pemkab Kutim untuk memperluas pemerataan pendidikan dan memastikan setiap anak mendapat kesempatan belajar tanpa terkendala jarak atau biaya.
“Jika aksesnya mudah, semangat belajar anak-anak pasti ikut tumbuh. Inilah bagian dari upaya kita membangun SDM Kutim dari akar rumput,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya bus sekolah ini, Kutai Timur mulai menapaki babak baru dalam pembangunan pendidikan—bahwa kemajuan adalah tentang memastikan setiap anak bisa sampai ke sekolah dengan selamat dan penuh harapan. (ADV)













