SANGATTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur menyetujui pemindahtanganan aset daerah berupa lahan seluas tiga hektare kepada Perum Bulog. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan gudang penyimpanan hasil pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga komoditas pertanian di daerah.
Persetujuan hibah disahkan dalam Rapat Paripurna XIX DPRD Kutai Timur sebagai tindak lanjut atas usulan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Gudang akan dibangun di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Sangatta Utara, yang telah dipersiapkan sebagai lokasi pengembangan infrastruktur logistik pangan.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan pembangunan gudang Bulog akan memberikan manfaat bagi petani, terutama dalam menghadapi musim panen raya ketika produksi meningkat.
Ia menjelaskan, selama ini keterbatasan fasilitas penyimpanan menyebabkan sebagian petani harus segera menjual hasil panen meskipun harga belum menguntungkan. Dengan adanya gudang Bulog, hasil panen dapat disimpan atau diserap sehingga gejolak harga dapat dikendalikan.
Menurut Ardiansyah, seluruh pembiayaan pembangunan gudang menjadi tanggung jawab Perum Bulog. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyediakan lahan melalui mekanisme hibah sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional.
Lahan yang dihibahkan merupakan bagian dari aset pemerintah daerah seluas 4,7 hektare yang telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Nomor 640/K.809/HK/CXI/2017. Hibah tersebut juga menjadi syarat agar pembangunan fisik dapat segera dilaksanakan.
Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur Muhammad Ali mengatakan pihaknya menyetujui hibah setelah melalui pembahasan bersama pemerintah daerah. Ia berharap keberadaan gudang Bulog mampu memperkuat tata kelola pascapanen, memperlancar distribusi pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui kepastian penyerapan hasil panen.
“Kami menyetujui pemindahtanganan Barang Milik Daerah ini melalui rapat paripurna. Namun, pemanfaatannya akan terus kami awasi agar benar-benar mendukung stabilitas harga dan swasembada pangan di Kutim,” kata Ali. (ADV/ProkopimKutim/KR)













