
SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus menunjukkan perhatian besar terhadap dunia pendidikan, salah satunya melalui program beasiswa Hafidz/Hafidzah Al-Qur’an untuk jenjang pelajar SD dan SMP. Program yang digagas Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim ini memberikan bantuan senilai Rp 2,5 juta per siswa per tahun, termasuk perlengkapan pendidikan.
Menanggapi program tersebut, H. Shabaruddin, S.Ag., anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Partai Gelora dan Daerah Pemilihan (Dapil) V, menyampaikan apresiasi sekaligus dorongan agar pelaksanaannya benar-benar merata.
“Sejauh ini Dinas Pendidikan sudah membuat program yang selaras dengan 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur, salah satunya program beasiswa Hafidz/Hafidzah untuk pelajar SD-SMP,” ucap Shabaruddin di Gedung DPRD Kutim.
Menurut Shabaruddin, Dinas Pendidikan Kutim berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi “Kutai Timur Hebat 2025–2029”—yang salah satunya berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan religius.
Ia menegaskan bahwa beasiswa ini tidak boleh hanya dinikmati oleh siswa di dalam wilayah Kutai Timur, tetapi juga bagi anak-anak Kutim yang menempuh pendidikan hafalan Al-Qur’an di luar daerah, seperti di Pulau Jawa, Sulawesi, atau kota-kota besar lainnya di Indonesia.
“Waktu itu saya usulkan, semua anak kita bisa mendapat beasiswa ini, dengan ketentuan tetap: harus berdomisili atau ber-KTP Kutai Timur. Kita ingin manfaatnya dirasakan oleh seluruh anak Kutim, di mana pun mereka berada,” jelasnya.
Lebih lanjut, Shabaruddin menguraikan bahwa kebijakan ini sejalan dengan amanat konstitusi yang mewajibkan pemerintah pusat dan daerah mengalokasikan minimal 20\% dari APBD untuk pendidikan.
“Ini memang sudah amanat konstitusi. Karena itu, sektor pendidikan selalu menjadi penyerap anggaran terbesar, dan memang harus tepat sasaran serta transparan dalam pelaksanaannya,” terangnya.
Data dari Dinas Pendidikan Kutai Timur mencatat bahwa lebih dari 60.000 pelajar SD dan SMP tersebar di 18 kecamatan, dengan sekitar 2.300 di antaranya mengikuti program Tahfizul Qur’an. Program beasiswa Hafidz/Hafidzah ini diharapkan mampu mendukung prestasi mereka sekaligus mendorong generasi muda Kutai Timur mencintai Al-Qur’an.
Shabaruddin berharap agar penyaluran bantuan ini dilakukan dengan prinsip keadilan dan akuntabilitas, serta melibatkan masyarakat dalam pengawasan distribusinya. “Program ini harus tepat guna dan tepat sasaran. Jangan hanya simbolis, tapi betul-betul dirasakan manfaatnya,” tandasnya.
Politisi asal Sangkulirang itu juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi para penerima beasiswa. “Ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tapi investasi moral untuk masa depan daerah. Kita ingin melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan membangun Kutai Timur dengan hati,” tutup Shabaruddin. (ADV)













