
SANGATTA — Menyambut Hari Jadi Kabupaten Kutai Timur ke-26 yang jatuh pada 12 Oktober 2025, semangat refleksi dan harapan terpancar dari Hj. Mulyana, anggota DPRD Kutim dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang daerah ini sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebersamaan dalam menyambut hari bersejarah tersebut.
“Alhamdulillah, HUT Kutai Timur tinggal beberapa hari lagi. Semoga seluruh masyarakat diberi kesehatan dan semangat untuk merayakan hari jadi daerah kita tercinta,” ujarnya di Gedung DPRD Kutai Timur.
Di balik rasa syukur itu, Hj. Mulyana menyoroti masih rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen Kutai Timur. Dari total 45 anggota DPRD periode 2024–2029, hanya enam kursi yang diisi oleh perempuan—jauh di bawah target 30% sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Mulyana menilai, tantangan ini bukan semata soal kuantitas kursi, tetapi juga tentang bagaimana perempuan bisa hadir secara aktif dan berpengaruh di ruang publik, termasuk dalam kebijakan pembangunan.
“Keterwakilan perempuan di Kutai Timur memang masih kurang. Tapi saya harap ke depan jumlah dan peran perempuan bisa lebih kuat, baik di parlemen maupun di bidang lainnya,” tegasnya.
Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur mencatat, partisipasi perempuan dalam lembaga publik baru mencapai 18,6\% hingga pertengahan 2025, dengan mayoritas aktif di sektor pendidikan dan kesehatan. Angka ini diharapkan meningkat seiring dukungan kebijakan afirmatif.
Sebagai sosok yang dikenal vokal memperjuangkan hak perempuan, Hj. Mulyana mengajak seluruh perempuan Kutai Timur untuk tetap eksis, produktif, dan berani bersuara, baik di dunia kerja, organisasi sosial, maupun politik.
“Saya ingin perempuan Kutai Timur bisa menunjukkan kualitasnya, bisa berperan nyata, dan menebar manfaat untuk sesama,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga tentang membangun karakter, empati, dan daya juang masyarakat. “Perempuan punya kekuatan dalam hal itu—dalam kesabaran, keberanian, dan kepedulian. Nilai-nilai inilah yang harus ikut membentuk wajah pembangunan Kutai Timur ke depan,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Hj. Mulyana berharap momentum hari jadi Kutai Timur menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari sinergi semua elemen, termasuk peran perempuan.
“Kalau perempuan berani tampil, Kutai Timur akan tumbuh dengan wajah yang lebih berwarna, lebih hangat, dan lebih maju,” tutup Hj. Mulyana mantap. (ADV)













