SANGKULIRANG — Kunjungan kerja ini menandai langkah awal rencana besar Pemkab Kutim dalam menghidupkan pusat perdagangan baru di Kecamatan Sangkulirang. Didampingi jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas PUPR, serta Forkopimcam, Mahyunadi menegaskan komitmen pemerintah membangun pasar yang adalah simpul pertumbuhan ekonomi rakyat, terhubung dengan pelabuhan penyeberangan antarkecamatan.
Pasar baru di atas lahan strategis itu dirancang terintegrasi dengan pelabuhan yang kini sedang dalam tahap perencanaan dan didukung anggaran dari pemerintah pusat. Hubungan fungsional antara pasar dan pelabuhan ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi pesisir yang efisien, ramah masyarakat, dan berkelanjutan.
“Dulu masyarakat dari Kaubun dan Sandaran datang ke pasar ini naik kapal untuk berbelanja. Saya yakin lokasi baru ini tetap strategis karena nantinya juga akan terhubung dengan pelabuhan penyeberangan yang dibiayai APBN,” ujar Mahyunadi, mengenang masa kejayaan pasar lama Sangkulirang.
Pelabuhan yang direncanakan berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi pasar diproyeksikan menjadi jalur distribusi utama bagi barang dan jasa, menghubungkan antarwilayah serta memperkuat rantai logistik. Bagi Mahyunadi, proyek ini adalah bagian dari upaya memulihkan identitas ekonomi pesisir Kutim.
“Pembangunan pasar ini adalah tentang bagaimana Sangkulirang memulihkan identitasnya dan ikut dalam arus kemajuan Kutai Timur,” tegasnya.
Dalam tinjauan tersebut, Mahyunadi didampingi Kepala Disperindag Kutim Nora Ramadhani, Plt Camat Sangkulirang Cipto Buntoro, serta Pj Kepala Desa Benua Baru Ulu Basir. Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan sinergi kuat sejak tahap perencanaan agar pembangunan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Wabup Mahyunadi pun mengajak warga untuk turut menjaga dan mendukung proyek tersebut. “Saya berharap masyarakat ikut mendukung pembangunan ini, karena dampaknya akan signifikan bagi kemajuan ekonomi Sangkulirang,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Kutim akan terus memperkuat infrastruktur pendukung seperti akses jalan, jaringan listrik, air bersih, serta fasilitas perdagangan terpadu yang menunjang ekonomi berbasis kerakyatan.
Di balik langkah Mahyunadi yang sederhana, tersimpan pesan besar: pembangunan adalah wujud komitmen untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat pesisir. “Pasar ini adalah simbol kebangkitan ekonomi pesisir. Dari sini, Sangkulirang akan menulis babak baru dalam peta ekonomi Kutai Timur,” tutupnya. (ADV/ProkopimKutim/K)













