SANGATTA – Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) Kutai Timur menghasilkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat layanan dasar masyarakat. Salah satu program yang diprioritaskan ialah pembangunan fasilitas sanitasi bagi ribuan keluarga yang belum memiliki jamban sehat.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menegaskan sebanyak 1.700 kepala keluarga harus memperoleh akses septic tank dan bilik sanitasi sebelum 2030. Ia meminta Dinas Perkim bersama Dinas PU menyusun langkah percepatan agar program tersebut dapat segera berjalan.
Menurut Mahyunadi, penyediaan sanitasi yang memadai merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Lingkungan yang bersih dinilai berperan besar dalam menekan risiko stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menanggapi arahan tersebut, Kabid Permukiman Dinas Perkim Kutim M Noor menyatakan kesiapan instansinya melaksanakan pembangunan secara bertahap. Perkim akan menyusun perencanaan teknis sekaligus kebutuhan anggaran agar seluruh target dapat direalisasikan sesuai kemampuan daerah.
Selain membahas sanitasi, rapat juga menyoroti kondisi Posyandu. Dari total 319 Posyandu, sebanyak 153 masih menempati bangunan pinjaman. Pemerintah daerah pun mendorong pembangunan 50 gedung Posyandu baru melalui sinergi Dinas PU dan dukungan dunia usaha lewat program CSR.
Kabid Kesmas Dinkes Kutim Irma Aryani menyebut cakupan sanitasi layak di Kutim telah mencapai 87 persen desa. Namun masih terdapat 13 persen keluarga yang belum memiliki septic tank, terutama di wilayah khusus seperti Pulau Miang. Karena itu, pembangunan tahap awal sebanyak 500 unit diharapkan menjadi langkah awal menuju target sanitasi layak sebesar 97 persen. (ADV/ProkopimKutim/KR)













