
Kutai Timur – Di balik upaya mewujudkan keluarga tangguh dan sejahtera di Kutai Timur (Kutim), ada peran besar para Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang turun langsung ke lapangan, mendampingi warga dari rumah ke rumah. Untuk memperkuat peran mereka, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur kini mendorong peningkatan kapasitas dan keterampilan bagi para pendamping tersebut.
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Anik Saidah, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 525 anggota TPK yang tersebar di seluruh kecamatan. Namun, baru 75 orang yang mendapat pelatihan dan orientasi pada tahun ini.
“Peran TPK sangat penting karena mereka menjadi ujung tombak dalam pencegahan stunting dan penguatan fungsi keluarga. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, dan memberikan solusi,” ujarnya seusai menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi D DPRD Kutim.
Selain penguatan SDM, DPPKB Kutim juga terus menjalankan berbagai program inovatif seperti Gerakan Orang Tua Asuh Jaga Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), dan Gabungan Ayah Teladan Indonesia (Gati).
Anik menambahkan, pihaknya juga tengah memperjuangkan dukungan anggaran bagi program Lansia Berdaya, yang ditujukan agar para lanjut usia tetap aktif dan produktif.
Melalui langkah-langkah tersebut, DPPKB Kutim berharap setiap keluarga di Kutai Timur dapat tumbuh menjadi keluarga yang kuat, sehat, dan bahagia. (ADV)













