SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat strategi hilirisasi komoditas unggulan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas akses pasar ekspor. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Teknis Hilirisasi Potensi Komoditi dan Peluang Pasar Ekspor Tahun 2026 yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim.
Forum yang diikuti sekitar 75 peserta secara luring dan daring itu mempertemukan perangkat daerah, pelaku usaha eksportir, BUMDes, hingga Ekspor Center Balikpapan. Pemkab Kutim diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Seskab Kutim Noviari Noor, sedangkan Pemprov Kaltim diwakili Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Heni Purwaningsih.
Noviari menegaskan hilirisasi menjadi strategi penting agar komoditas daerah tidak lagi dipasarkan dalam bentuk bahan baku. Menurutnya, produk seperti pisang, kakao, gula aren, nanas, hingga hasil perikanan memiliki peluang besar apabila diolah menjadi produk bernilai tinggi.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) sebagai basis data produksi dan industri. Keberadaan data yang akurat dinilai akan memudahkan penyusunan kebijakan pengembangan sektor industri dan ekspor.
Sementara itu, Heni Purwaningsih menyebut pertemuan tersebut menjadi bagian dari penyusunan program prioritas 2027 agar lebih efektif di tengah keterbatasan anggaran. Selain mendorong hilirisasi komoditas, Pemprov Kaltim juga mengembangkan rumah produksi pakan ternak berbahan baku lokal sebagai bagian dari penguatan rantai pasok.
Pemkab Kutim juga menggandeng Ekspor Center untuk mendampingi pelaku usaha membuka akses pasar internasional. Upaya itu diharapkan memperkuat pertumbuhan sektor nonbatu bara yang pada 2025 tercatat mencapai sekitar 11 persen, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (ADV/ProkopimKutim/KR)













