BALIKPAPAN — Upaya mengurangi pencemaran plastik tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Berangkat dari semangat kolaborasi tersebut, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan, afiliasi, masyarakat, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan menggelar berbagai aksi lingkungan di wilayah operasi Zona 9, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak Juni hingga awal Juli 2026 dengan fokus pada edukasi, pengelolaan sampah, rehabilitasi lingkungan, dan penguatan partisipasi masyarakat dalam mengurangi potensi mikroplastik.
General Manager Zona 9, Dadang Soewargono, memperkenalkan GEMAS sebagai gerakan internal perusahaan yang mengajak pekerja mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, menerapkan prinsip 4R, serta aktif menjaga lingkungan.
Ia menilai perubahan perilaku menjadi fondasi utama keberhasilan pengelolaan sampah. Karena itu, penggunaan tumbler dan pengurangan botol plastik sekali pakai mulai diterapkan di lingkungan kerja.
Kegiatan di lapangan juga melibatkan masyarakat secara langsung. PHSS menggelar jalan sehat sambil memungut sampah bersama warga Desa Sindang Jaya dan pelajar SMA Negeri 1 Muara Jawa. Di Samboja, PEP Sangasanga Field menggandeng Bank Sampah untuk memperkuat kampanye pengurangan plastik.
Di sisi lain, PEP Tanjung Field mengembangkan pengolahan sampah organik menggunakan maggot Black Soldier Fly guna mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.
Aksi lingkungan turut diperkuat melalui penanaman pohon di Tabalong serta penanaman 150 bibit mangrove di Teluk Lombok, Kutai Timur. Melalui berbagai kegiatan tersebut, PHI menegaskan bahwa penanganan persoalan mikroplastik memerlukan sinergi antara perusahaan, masyarakat, dunia pendidikan, dan pemerintah agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan. (ADV/ProkopimKutim/KR)













