SANGATTA — Lahan bekas tambang di kawasan Pit J PT Kaltim Prima Coal (KPC), Kutai Timur (Kutim), terus diarahkan menjadi kawasan pertanian produktif. Upaya itu diperkuat melalui bantuan sosial dan alat mesin pertanian (alsintan) yang diserahkan Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Endar Priantoro kepada kelompok tani pengelola lahan.
Bantuan tersebut menyasar empat kelompok tani, yakni Poktan Bakutor, Poktan Karya Etam Bersama 3, Poktan Prima Tani (Tani Prima), dan Poktan Prima Mandiri. Mereka mengembangkan budidaya jagung di kawasan reklamasi pascatambang.
Selain alsintan, sebanyak 50 paket sembako diberikan kepada para petani. Peralatan pertanian yang disalurkan antara lain cultivator dan alat tanam dorong atau planter manual. Kehadiran sarana tersebut diharapkan mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi musim tanam.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian DTPHP Kutim, Bohari, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mengawal pemanfaatan bantuan tersebut. Menurut dia, mekanisasi menjadi bagian penting dalam mendorong lahan eks tambang agar terus produktif.
Ketua Poktan Bakutor Saul Lebang menyebut dukungan tersebut menambah optimisme petani. Pada panen pertama, kelompoknya menghasilkan 19 ton jagung pipil. Untuk musim berikutnya, mereka menargetkan produksi meningkat menjadi 30 ton.
Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Swarga Bara Rudiana Jaya mengatakan alsintan akan digunakan pada lahan siap tanam seluas 14,8 hektare. Area tersebut merupakan bagian dari target pengembangan kawasan pertanian seluas 19,8 hektare.
Lahan digarap bersama petani Desa Swarga Bara dan Desa Singa Gembara. Dengan mekanisasi baru, proses tanam diharapkan lebih cepat sehingga target panen raya serentak pada September 2026 dapat tercapai.
Program ini memperlihatkan bahwa reklamasi lahan pascatambang tidak berhenti pada pemulihan kawasan, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan daerah. (ADV/ProkopimKutim/KR)













