SANGATTA – Langkah pembangunan RSUD Muara Wahau mulai memasuki fase persiapan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggandeng Universitas Mulawarman (Unmul) untuk menyusun studi kelayakan sebagai dasar penentuan kelayakan proyek yang ditargetkan memperluas akses pelayanan kesehatan di wilayah utara Kutim.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan penyusunan feasibility study menjadi agenda utama sepanjang 2026. Kajian tersebut akan menghasilkan rekomendasi menyeluruh mengenai kesiapan pembangunan rumah sakit.
“Di tahun 2026 ini kita berproses untuk melanjutkan agenda persiapan pembangunan RSUD Muara Wahau melalui penyusunan feasibility study bersama Universitas Mulawarman,” ujarnya.
Perwakilan Unmul, Ratno Adrianto, menjelaskan tim akan melakukan survei langsung ke lokasi guna mengidentifikasi berbagai aspek teknis, mulai dari kondisi lahan, kelengkapan perizinan, hingga ketersediaan sumber daya pendukung.
Menurut Ratno, hasil studi diharapkan mampu memberikan gambaran objektif mengenai kelayakan pembangunan rumah sakit sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah daerah.
Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan pembangunan RSUD Muara Wahau merupakan bagian dari visi pemerintah dalam memperkuat pemerataan layanan kesehatan. Rencana tersebut telah dibahas sejak 2011 dan kini memasuki tahapan yang lebih konkret.
Ardiansyah menilai Muara Wahau menjadi lokasi strategis karena mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat sekaligus berada di jalur penghubung menuju Kutim. Selain melayani masyarakat Muara Wahau dan Kombeng, rumah sakit juga diharapkan dapat dimanfaatkan warga di wilayah perbatasan Kabupaten Berau sehingga akses terhadap layanan kesehatan semakin mudah dan cepat. (ADV/ProkopimKutim/KR)













