Sangatta – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Timur, Rizali Hadi, memberikan tanggapan terkait proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.
Rizali menegaskan pentingnya RPJPD sebagai panduan strategis pembangunan selama 20 tahun ke depan.
“RPJPD adalah dokumen yang menjadi dasar arah pembangunan jangka panjang. Penyusunan ini harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar dapat mencerminkan kebutuhan dan potensi yang ada di Kutai Timur,” kata Rizali.
Ia menjelaskan bahwa RPJPD Kutai Timur akan mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan. Ia menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, Kutai Timur menghadapi tantangan besar untuk memastikan eksploitasi sumber daya tidak mengorbankan lingkungan. Dalam RPJPD, kita akan fokus pada pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan pariwisata berkelanjutan akan menjadi prioritas utama dalam rencana tersebut. Hal ini, menurutnya, sesuai dengan visi Kabupaten Kutai Timur untuk menjadi daerah yang mandiri, berdaya saing, dan lestari.
Selain itu, Rizali menekankan bahwa penyusunan RPJPD tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah daerah. Proses ini, katanya, memerlukan kolaborasi aktif antara masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat sipil.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan. Aspirasi dari warga, khususnya yang tinggal di pedalaman dan pesisir, sangat penting agar RPJPD ini inklusif dan adil,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah juga akan bekerja sama dengan pakar pembangunan daerah dan universitas untuk memastikan bahwa dokumen ini didasarkan pada data dan kajian ilmiah.
Dalam paparannya, Rizali mengungkapkan beberapa target prioritas yang akan dimasukkan ke dalam RPJPD. Target tersebut meliputi pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, pengurangan angka kemiskinan, serta penguatan sektor energi terbarukan.
“Kami ingin RPJPD ini mampu menjawab tantangan global, seperti transisi energi dan perubahan iklim, sambil tetap memperhatikan kebutuhan lokal. Ini akan menjadi pondasi bagi pembangunan Kutai Timur yang berdaya saing,” tegasnya.
Rizali juga mengakui bahwa ada tantangan besar dalam menyusun dan mengimplementasikan RPJPD, seperti keterbatasan anggaran dan kompleksitas koordinasi lintas sektor. Namun, ia optimistis dengan kerja sama yang solid, rencana ini dapat berjalan sesuai harapan.
“RPJPD adalah komitmen bersama untuk masa depan Kutai Timur. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung proses ini, karena keberhasilan RPJPD bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga untuk kesejahteraan generasi mendatang,” tutup Rizali.












