PALEMBANG – Syahfur, Ketua Bapor Korpri Kutim sekaligus Manajer Cabang Olahraga Bola Voli Putri, menyatakan bahwa keberhasilan Kaltim masuk 10 besar dari sekitar 38 provinsi di Indonesia adalah capaian yang luar biasa dan membanggakan.
“Dengan total peserta mencapai 7.000 orang, capaian ini patut kita syukuri bersama,” ujar Syahfur saat ditemui di Palembang, didampingi Asisten Manajernya, Jurni.
Syahfur menegaskan bahwa kontribusi Kutim dalam kontingen Kaltim membuktikan ASN daerah juga mampu berprestasi di tingkat nasional. “Ini capaian yang sangat gemilang,” tegasnya.
Pada cabang olahraga bola voli putri yang diampunya, tim Kaltim menorehkan catatan apik di babak penyisihan Grup Z dengan mengalahkan Sumatera Utara, Kementerian Perindustrian, dan Kalimantan Utara, semuanya dengan skor telak 3-0. Kaltim sempat menaklukkan tim Komunikasi dan Digital (Komdigi) 3-1 di perempat final, meski langkah mereka terhenti di semifinal usai kalah tipis 2-3 dari Lampung.
Kutim menyumbangkan sejumlah atlet potensial di berbagai cabor: Diana Pinaria, Feni Law, Berna Deta, dan Vivi Wijayanti (voli putri); Hendra Dwi Santiso, Ulin Didik, dan Handri Didik (voli putra). Mereka didampingi Agung Setiawan dan Sutrisno sebagai pelatih utama. Di cabor lain, Nova Amelia Agimat berkompetisi di tenis meja dan Bahtiar di gateball. Syahfur sendiri, selain menjadi Manajer, juga sukses meraih juara 3 beregu putra di cabang tenis lapangan kelas eksekutif.
Ajang Pornas Korpri XVII, yang dibuka oleh Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto, diikuti lebih dari 9.300 peserta—hampir dua kali lipat dibanding edisi sebelumnya. Syahfur menilai, Pornas Korpri bukan hanya soal perebutan medali, tetapi momentum krusial untuk membangun semangat sportivitas dan kebersamaan di kalangan ASN.
“Sebagai ASN, bagus sibuk bekerja, namun jangan sampai melupakan kesehatan dengan tidak berolahraga. Jika kita sehat, maka bekerja pun bisa lebih optimal. Prestasi tidak mengenal usia, asal kita konsisten berlatih,” ujar Syahfur.
Ia berharap semangat kolaborasi dan jiwa kompetitif yang sehat ini bisa dibawa pulang ke daerah, untuk menularkan energi positif dan menumbuhkan budaya olahraga di kalangan ASN maupun masyarakat.
“Agar lahir bibit-bibit atlet yang berdaya saing,” tutup Syahfur.
Dari Palembang, gema kemenangan ASN Kaltim dengan kontribusi nyata Kutim menjadi bukti bahwa semangat olahraga mampu mempererat persaudaraan sekaligus mengangkat muruah daerah di tingkat nasional.(ADV/ProkopimKutim/K)













