SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menggelar seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 dengan mekanisme yang lebih terstruktur. Sebanyak 134 pelajar SMA dari 18 kecamatan mengikuti seleksi tingkat kabupaten yang dibuka langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Aula Hotel Five Style Kutai Permai.
Para peserta merupakan hasil penyaringan awal di masing-masing kecamatan. Tahun ini, proses seleksi tidak lagi menggunakan sistem jemput bola oleh tim kabupaten, melainkan dilaksanakan melalui tim penjaring yang dibentuk di tingkat kecamatan.
Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama Kesbangpol Kutim, Hapiah, mengatakan setiap kecamatan diperbolehkan mengirimkan maksimal enam peserta. Tim penjaring terdiri atas unsur Muspika, sekolah, purna Paskibraka, hingga tenaga kesehatan dari puskesmas.
Menurutnya, seluruh peserta yang lolos telah melewati seleksi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), serta Tes Intelegensi Umum (TIU). Tahapan berikutnya di tingkat kabupaten akan dilengkapi dengan tes minat dan bakat sebagai penilaian akhir.
Dari seleksi tersebut akan dipilih dua pasang peserta untuk mewakili Kutim di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, serta 36 peserta tingkat kabupaten yang terdiri atas 18 putra dan 18 putri. Selama proses seleksi hingga pelatihan, seluruh peserta dipusatkan di BKPSDM Kutim.
Kepala Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, menegaskan proses seleksi dirancang berlangsung objektif dan transparan guna melahirkan Paskibraka yang berkualitas. Selain memiliki kemampuan fisik yang baik, para peserta diharapkan tumbuh menjadi generasi berkarakter Pancasila, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. (ADV/ProkopimKutim/KR)













