
SANGATTA — Komisi C DPRD Kutai Timur menyoroti persoalan ketersediaan air bersih di sejumlah kecamatan, terutama Teluk Pandan yang berbatasan dengan Bontang. Daerah ini dinilai memiliki pertumbuhan penduduk yang tinggi namun cakupan layanannya masih rendah.
Anggota DPRD Kutim, Pandi Widiarto, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menargetkan pembangunan SPAM dan IPA di wilayah tersebut sebagai program prioritas tahun ini.
“Sudah disampaikan target-targetnya, pembangunan SPAM atau IPA, termasuk jaringan irigasinya,” ungkap Pandi di Gedung DPRD Kutai Timur.
Menurutnya, Teluk Pandan memiliki posisi strategis di antara dua pusat pertumbuhan—Sangatta dan Bontang—namun kebutuhan air bersihnya masih belum terpenuhi optimal. Kondisi ini diperparah oleh perkembangan permukiman baru yang terus meningkat.
“Wilayah Teluk Pandan memang perlu percepatan pembangunan air bersih, karena pertumbuhan penduduknya cukup tinggi. Banyak kawasan pemukiman baru yang belum tersentuh layanan air layak,” jelasnya.
Komisi C DPRD Kutim, kata Pandi, akan terus mengawal pelaksanaan program SPAM dan IPA tersebut agar berjalan sesuai target. Ia mendorong koordinasi lintas instansi (PU dan Perkim) untuk memastikan jaringan distribusi berfungsi secara optimal.
“Selain infrastruktur utamanya, kami juga mendorong agar jaringan distribusinya dibangun secara merata. Jangan sampai SPAM sudah jadi, tapi distribusinya belum maksimal,” tegasnya.
Pandi mencatat, cakupan layanan air bersih di Teluk Pandan baru sekitar 52 persen dari total rumah tangga, menunjukkan urgensi percepatan pembangunan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga konservasi sumber air baku agar pasokan berkelanjutan.
“Air bersih ini kebutuhan mendasar. Kalau Teluk Pandan bisa mendapatkan layanan air yang stabil, tentu akan mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Pandi.
Proyek SPAM dan IPA Teluk Pandan diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang berkelanjutan selalu dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. (ADV)













