SEKERAT – Kunjungan Bupati Ardiansyah Sulaiman ini adalah penanda dimulainya rencana besar Pemkab Kutim. Festival Sekerat 2025 menjadi titik awal visi itu—menjadikan wisata udara sebagai identitas baru Kutai Timur di kancah pariwisata nasional.
Dalam dialog santai di tepi pantai, Arman Mando, perwakilan komunitas dirgantara, memaparkan sejumlah kebutuhan agar Bukit Mampang memenuhi standar nasional.
“Untuk menjadikan tempat ini ideal, kita butuh akses jalan yang lebih baik ke titik take off dan landasan yang memenuhi standar. Tinggi minimalnya 250 meter untuk level nasional dan 350 meter untuk internasional,” jelas Arman di hadapan Bupati.
Selain infrastruktur, komunitas juga mengusulkan pendirian sekolah pilot paralayang di Desa Sekerat, agar potensi wisata ini turut melahirkan peluang ekonomi bagi warga sekitar. “Sekolah ini membangun keterampilan baru masyarakat,” tambah Arman.
Bupati Ardiansyah menyambut baik gagasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkab Kutim siap mempelajari dan mendukung semua usulan, termasuk peningkatan aksesibilitas dan sarana pendukung wisata. “Kami ingin Sekerat menjadi destinasi unggulan. Kalau fasilitasnya lengkap, saya yakin Sekerat bisa sejajar dengan Batu atau Puncak sebagai lokasi paralayang nasional,” tegasnya.
Momentum Festival Sekerat 2025 adalah langkah awal mewujudkan visi itu. Wahana paralayang resmi dibuka untuk umum setelah melalui tiga kali uji kelayakan oleh atlet profesional. “Area take off sudah layak dan hasil verifikasi sangat memuaskan,” ujar Arman Amar, anggota tim teknis paralayang.
Selama 23–26 Oktober 2025, ratusan pengunjung menikmati pengalaman terbang tandem di atas panorama Sekerat. Dengan tarif Rp400 ribu per orang, peserta menikmati durasi terbang 5–7 menit. Dari udara, hamparan sawah, pantai, dan matahari terbenam berpadu dalam satu pemandangan yang memanjakan mata.
Meskipun demikian, pekerjaan rumah masih ada: akses jalan, pembangunan shelter, serta pengamanan area perlu disempurnakan agar Sekerat siap menyandang predikat pusat wisata dirgantara di Kalimantan Timur.
Festival Sekerat adalah simbol semangat baru—bahwa Kutai Timur memiliki langit yang menjanjikan masa depan wisata berbasis petualangan. Dari Bukit Mampang, mimpi tentang “Wisata Langit Nusantara” mulai mengangkasa membawa nama Sekerat menembus awan dan menatap masa depan dengan percaya diri. (ADV/ProkopimKutim/K)













