KALIORANG – Generasi muda Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur (Kutim), menunjukkan cara sederhana menjaga budaya tetap hidup di tengah arus modernisasi. Melalui Pentas Seni Budaya Pemuda Rimba Bangun Jaya, para pemuda menghadirkan pertunjukan seni sekaligus ruang berkumpul bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Plt Camat Kaliorang Pitriani, Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Bangun Jaya Supanjen.
Sejumlah pertunjukan ditampilkan dalam agenda tersebut. Salah satunya Tari Topeng Ireng asal Magelang, Jawa Tengah, yang dipadukan dengan musik tradisional. Pertunjukan itu mendapat sambutan meriah dari ratusan warga yang hadir.
Bupati Ardiansyah mengapresiasi konsistensi Pemuda Rimba Bangun Jaya yang telah mengembangkan kegiatan tersebut sejak 2015. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan identitas budaya.
“Anak-anak muda boleh mengikuti perkembangan zaman, menguasai teknologi, dan belajar dari budaya mana pun. Tetapi jangan sampai kita kehilangan jati diri,” ujar Ardiansyah.
Ia menilai pentas seni juga menjadi sarana pendidikan karakter. Proses latihan hingga pertunjukan mengajarkan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta keberanian tampil di depan publik.
Ketua Pemuda Rimba Bangun Jaya Zainal mengatakan kegiatan itu dibangun atas kesadaran bahwa budaya hanya dapat bertahan jika terus dipraktikkan dan diwariskan.
Sebanyak 52 anggota Pemuda Rimba terlibat dalam kegiatan tersebut. Persiapan dilakukan secara gotong royong selama sekitar tiga bulan.
Selain memperkuat hubungan sosial, kegiatan budaya tersebut turut membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan pedagang lokal.
Pentas tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat tumbuh dari desa dan digerakkan langsung oleh generasi muda.













