SANDARAN – Remaja Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran, Kutai Timur (Kutim), mulai mengambil peran dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika. Mereka dihimpun melalui Jaringan Remaja Waspada Penyalahgunaan Narkoba (Jarwasnaba) periode 2026-2028 yang dilantik di Balai Desa Marukangan.
Pembentukan Jarwasnaba merupakan kolaborasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kutim dengan Tim Penggerak PKK Desa Marukangan. Program tersebut diarahkan menjadi wadah partisipasi remaja untuk menyebarkan edukasi mengenai bahaya narkoba sekaligus membangun kepedulian di lingkungan sebaya.
Narasumber BNN Kutim, Umyatul Kurnia, mengatakan ancaman narkotika kini tidak hanya muncul di kawasan perkotaan. Desa pesisir dan daerah yang berada di jalur perdagangan juga memiliki kerentanan yang perlu diantisipasi.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat. Remaja perlu dibekali pemahaman agar berani mengatakan tidak terhadap narkoba,” ujar Umyatul.
Menurut dia, pendekatan antarteman atau peer approach dapat membantu membangun kesadaran di kalangan remaja. Karena itu, anggota Jarwasnaba diharapkan tidak sekadar mengikuti kegiatan organisasi, tetapi aktif menjadi agen edukasi.
Ketua Jarwasnaba Desa Marukangan, Reski Aditia, menyatakan siap menggerakkan kampanye antinarkoba di sekolah dan lingkungan masyarakat. Siswa SMK filial Desa Marukangan itu ingin organisasi tersebut menjadi ruang bagi remaja untuk saling mengingatkan.
“Kami ingin menjadi contoh bagi teman-teman sebaya agar menjauhi narkoba. Jarwasnaba bukan hanya organisasi, tetapi gerakan bersama,” katanya.
Kepala Desa Marukangan Endi Heriyanto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap peredaran narkotika, khususnya sabu, yang menurutnya telah memprihatinkan di kalangan remaja. Ia meminta aparat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
Ketua TP PKK Kecamatan Sandaran Norlinayati mengapresiasi kolaborasi pemerintah desa, PKK, dan BNN. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan program Pokja I PKK dalam pembinaan keluarga dan perlindungan generasi muda.
Pemerintah desa berharap Jarwasnaba menjadi benteng sosial yang mampu memperkuat pencegahan narkoba dari lingkungan paling dekat dengan remaja. (ADV/ProkopimKutim/KR)













