SANGATTA — Komitmen tersebut diperkuat dalam rapat internal Badan Pengurus Cabang (BPC) Andalan UPPKA Kutim yang digelar di Ruang Rapat DPPKB Kutim. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas DPPKB, Achmad Junaidi B, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan bidang, Ketua BPC Andalan Kelompok Usaha (AKU) Muminah, serta para penyuluh KB.
Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyelesaikan permasalahan internal, dan meningkatkan efektivitas program UPPKA di tingkat akar rumput.
Dalam arahannya, Achmad Junaidi menegaskan bahwa keberhasilan UPPKA bergantung pada soliditas dan disiplin dalam pengelolaan administrasi, keuangan, serta koordinasi antaranggota. “Yang paling penting adalah menyelesaikan permasalahan internal organisasi. Jika ada masalah administrasi atau keuangan, kembalikan kepada aturan yang berlaku,” tegas Junaidi.
Ia menambahkan, UPPKA harus menjadi mitra kerja strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya bagi para akseptor KB. Pemerintah menargetkan agar UPPKA tidak hanya aktif di tingkat kabupaten, tetapi juga terbentuk secara merata di seluruh kecamatan se-Kutim. UPPKA yang solid di tingkat kabupaten akan mampu memberikan dampak positif dan membentuk kelompok usaha di tingkat kecamatan.
Salah satu agenda utama adalah evaluasi data UPPKA di seluruh kecamatan. Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga akan meninjau kembali kelompok yang masih aktif, menghadapi kendala, hingga yang vakum, untuk dirumuskan langkah revitalisasi ke depan. Junaidi juga menekankan bahwa penguatan UPPKA menjadi bagian penting dari strategi percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan ekonomi keluarga. Pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran kesehatan dan ketahanan keluarga.
UPPKA, yang selama ini berfokus pada pengembangan usaha mikro keluarga akseptor KB, dinilai berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi perempuan dan keluarga kecil mandiri. Melalui pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan, DPPKB berharap kelompok-kelompok UPPKA mampu mandiri secara finansial serta memperluas jangkauan produk lokal di pasar daerah.
Rapat internal ini menjadi langkah strategis memperkuat fondasi UPPKA di Kutim — dari perencanaan hingga aksi nyata di lapangan. Dengan semangat kolaborasi dan soliditas yang terus dibangun, DPPKB menargetkan seluruh kecamatan memiliki kelompok UPPKA aktif dalam waktu dekat.
“Kita ingin UPPKA benar-benar hidup dan memberi manfaat nyata bagi keluarga, tidak hanya ada dalam struktur,” tutup Junaidi optimistis.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah, pengurus, dan penyuluh lapangan, Kutim menatap masa depan yang lebih mandiri, di mana keluarga melampaui penerima manfaat program, melainkan penggerak utama ekonomi lokal. (ADV/ProkopimKutim/K)













