
SANGATTA — Menyongsong usia ke-26 tahun sejak berdiri pada 12 Oktober 1999, Kabupaten Kutai Timur terus berbenah menuju daerah yang maju dan mandiri. Legislator DPRD Kutai Timur, Yusri Yusuf, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pemerintahan terdahulu yang telah berjasa membangun pondasi kemajuan daerah.
“Terima kasih kepada pemerintah-pemerintah terdahulu yang sudah membangun Kutai Timur sejauh ini,” tutur Yusri Yusuf saat ditemui di Gedung DPRD Kutai Timur.
Ia menimbang, capaian pembangunan di berbagai bidang—baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan publik—merupakan hasil kerja berkesinambungan dari berbagai generasi pemerintahan. Namun demikian, politisi Partai Demokrat ini mengingatkan bahwa masih banyak tantangan yang perlu diselesaikan agar kesejahteraan masyarakat Kutai Timur semakin merata.
“Untuk pemerintah sekarang, kami berharap bisa menyempurnakan apa yang menjadi kekurangan pemerintahan terdahulu dan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Sebagai anggota Komisi B DPRD yang membidangi ekonomi dan keuangan, Yusri menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menilai, dengan APBD Kutai Timur tahun 2025 yang mencapai Rp 9,8 triliun, pemerintah memiliki peluang besar untuk memperkuat perekonomian lokal—terutama melalui sektor pertanian, UMKM, dan industri kreatif.
“Pemerintah dan DPRD harus terus bersinergi agar arah pembangunan tetap berpihak kepada masyarakat,” imbuhnya.
Yusri menjelaskan, penguatan sektor ekonomi rakyat perlu menjadi prioritas agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga pelaku utama dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. Dukungan terhadap UMKM dan usaha berbasis komunitas, menurutnya, dapat memperluas lapangan kerja serta mempercepat kemandirian ekonomi Kutai Timur.
Selain sektor ekonomi, Yusri juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud apabila seluruh elemen bekerja dengan visi yang sama, yaitu kesejahteraan bersama.
“Dengan sinergi yang kuat, Kutai Timur akan mampu menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” tegas Yusri.
Pria kelahiran Sangatta ini berharap, momentum HUT ke-26 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ajang refleksi dan komitmen bersama untuk memperkuat fondasi pembangunan. Dengan perencanaan ekonomi yang matang dan tata kelola anggaran yang transparan, Yusri mengungkapkan rasa optimistisnya bahwa Kutai Timur akan tumbuh menjadi daerah yang lebih tangguh dan sejahtera di masa mendatang. (ADV)













