BENGALON – Ruas jalan di Dusun Sekurau yang diresmikan hari itu menandai lahirnya akses baru bagi warga pesisir Kutim. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi nyata PT Kobexindo Cement,” ujar Bupati Ardiansyah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Desa Sekerat adalah salah satu desa tua di Bengalon yang jalur vitalnya sempat mengalami kerusakan parah akibat aktivitas kendaraan berat perusahaan. “Pak Kades kami minta menyuarakan kepentingan warganya kepada perusahaan. Alhamdulillah, disambut baik oleh manajemen,” tutur Ardiansyah, menekankan pentingnya komunikasi antara warga dan dunia industri.
Menanggapi hal itu, manajemen PT Kobexindo Cement langsung mengambil langkah nyata. “Jalan yang diresmikan hari ini adalah bukti nyata komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Direktur Utama PT Kobexindo Cement Regional Indonesia, Wang Jian Wei.
Pembangunan jalan dilakukan dengan sistem pengecoran penuh agar lebih kuat dan tahan lama. Meskipun baru 5 kilometer dari total 23 kilometer jalan yang perlu perbaikan, manfaatnya sudah dirasakan langsung warga. “Sekarang kami bisa lebih mudah ke sawah, ke sekolah, dan ke pasar. Dulu kalau hujan, jalan berubah jadi lumpur,” kata salah satu warga.
Kepala Desa Sekerat, Sunandika, turut mengungkapkan rasa syukurnya. “CSR ini adalah bentuk tanggung jawab perusahaan yang hidup bersama masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut,” ujarnya.
Peresmian berlangsung meriah karena bertepatan dengan Festival Sekerat Nusantara 2025 — momen yang mempertemukan pembangunan infrastruktur dan kebangkitan budaya lokal. Bupati Ardiansyah berharap model kemitraan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain di Kutim. “Pembangunan meliputi kemitraan yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Kini, jalan beton di Sekurau adalah urat nadi ekonomi baru bagi warga pesisir Bengalon. Ia menjadi saksi bahwa pembangunan terbaik lahir dari kolaborasi: antara pemerintah yang peduli, perusahaan yang bertanggung jawab, dan warga yang berpartisipasi aktif. Dari Sekerat, semangat gotong royong lintas sektor itu kini mengalir — membuka akses, menghidupkan harapan, dan menuntun Kutai Timur menuju masa depan yang lebih tangguh dan berkeadilan. (ADV/ProkopimKutim/K)













