
SANGATTA — Hj. Mulyana mendesak pemerintah daerah agar segera menyiapkan mitigasi menghadapi kemungkinan penurunan Dana Perimbangan maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun mendatang. Ia menilai, antisipasi yang matang wajib dilakukan sejak dini demi memastikan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat tidak terganggu.
“Tentu harapan kita agar hal itu tidak terjadi. Namun, isu tentang potensi penurunan dana sudah mulai beredar. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus berada dalam posisi siap,” ujarnya saat ditemui usai rapat kerja di Kantor DPRD Kutim.
Selama ini, pembangunan Kutim sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat, terutama untuk membiayai sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Jika alokasi dana ini berkurang, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Jika skenario penurunan itu betul-betul terjadi, maka pemerintah Kutai Timur harus bekerja ekstra keras. PAD harus digenjot maksimal supaya semua kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi,” tegasnya.
Sebagai anggota Fraksi PAN, Mulyana melihat situasi fiskal ini sebagai ujian nyata bagi kemandirian daerah. Ia mendorong pemerintah daerah untuk menggali secara serius potensi ekonomi baru—mulai dari pertanian, perikanan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Sektor-sektor ini dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan, tanpa perlu bergantung penuh pada hasil tambang dan perkebunan.
Menurutnya, kerja kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan. “Hasil tidak akan maksimal jika semua pihak berjalan sendiri-sendiri. Jika ada sinergi yang kuat, semua sektor di Kutim bisa tumbuh bersama,” ucapnya.
Ia menegaskan, penguatan ekonomi daerah adalah kebutuhan mendesak agar Kutim tetap tangguh di tengah dinamika kebijakan pusat yang tidak menentu.
“Jika ekonomi daerah kita kuat, kita tidak akan mudah goyah meskipun ada kebijakan pemotongan dana dari pusat,” tutupnya.
Di tengah tantangan fiskal nasional, pesan Hj. Mulyana terdengar seperti pengingat yang tulus: masa depan Kutim harus dibangun dari kekuatan sendiri, bukan dari terus-menerus hidup dalam ketergantungan. (ADV)













