SANGATTA – Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, Gabriel berhasil meraih emas pada kategori Kyourigi (tarung) Festival U-68 kilogram dan perunggu di kategori Poomsae (seni) Individual Putra. Capaian itu menjadi bukti konsistensinya menapaki karier sebagai atlet taekwondo Kutim yang telah malang melintang di berbagai kejuaraan nasional bahkan internasional.
“Saya sangat bersyukur. Hasil ini berkat latihan intensif selama tiga minggu di Balikpapan. Latihan dua kali sehari, seminggu pertama fokus fisik, dan dua minggu berikutnya pada teknik,” ujar Gabriel kepada wartawan.
Lahir tahun 2002, Gabriel mulai mengenal taekwondo sejak duduk di bangku kelas satu SMP. Berawal dari kegiatan ekstrakurikuler sederhana, ia tumbuh menjadi atlet yang tekun dan bermental juara. Dukungan para pelatih serta disiplin yang tertanam sejak dini membuatnya terus berkembang hingga dipercaya mewakili Kalimantan Timur di berbagai ajang bergengsi.
Sepanjang kariernya, Gabriel telah mengoleksi 20 medali dari berbagai turnamen, baik di dalam maupun luar negeri. Sejumlah capaian menonjol antara lain gelar juara pertama kategori Poomsae Individual Putra di Kapolda Jogja Cup 2023, posisi kedua di Kapolri Cup Jakarta 2024, serta tiga medali emas di Asian Open Police Taekwondo Championship 2024 di Vietnam. Di kejuaraan terakhir itu, ia berjaya dalam tiga kelas sekaligus: Poomsae Individual, Pair (pasangan), dan Team Putra.
Bagi kontingen Kalimantan Timur, keberhasilan Gabriel menjadi catatan tersendiri. Tak hanya menambah koleksi medali, tetapi juga membuktikan bahwa pembinaan atlet dari daerah bisa menembus panggung nasional bahkan Asia. Dukungan institusi kepolisian, terutama dari jajaran Polres Kutim, turut menjadi kunci keberhasilan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolri, Kapolda Kalimantan Timur, dan Kapolres Kutai Timur atas dukungan yang luar biasa. Prestasi ini saya persembahkan untuk Polri dan masyarakat Kutim,” tutur Gabriel dengan rendah hati.
Ia berharap ajang Kapolri Cup Taekwondo terus berkembang di tahun-tahun mendatang, menjadi ruang pembinaan atlet muda serta sarana memperkuat semangat sportivitas di tubuh kepolisian.
Dedikasi Gabriel menjadi inspirasi bahwa pengabdian kepada negara tak hanya diwujudkan lewat seragam, tetapi juga melalui semangat berjuang di setiap arena prestasi. (ADV)













