SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan integrasi 3.870 indikator data daerah sepanjang 2026 sebagai bagian dari penguatan implementasi Portal Satu Data. Target tersebut menjadi fokus dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Portal Satu Data yang digelar di D’Lounge Hotel Royal Victoria, dengan melibatkan operator data dari seluruh perangkat daerah.
Kegiatan mengusung tema “Optimalisasi Portal Satu Data dalam Mendukung Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing” itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan statistik sektoral sekaligus memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Bidang Statistik Diskominfostaper Kutim Hasanudin menjelaskan, capaian pengelolaan data pada 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dari total 4.603 daftar data, sebanyak 3.545 indikator berhasil dihimpun atau mencapai tingkat partisipasi sebesar 77,01 persen.
“Sebanyak 3.545 indikator telah berhasil terhimpun dari total 4.603 daftar data yang ada,” ujar Hasanudin.
Meski demikian, pemerintah daerah menilai masih diperlukan percepatan integrasi data. Pada 2026, seluruh perangkat daerah didorong memenuhi target pengumpulan 3.870 indikator agar kualitas basis data daerah semakin lengkap dan dapat dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan.
Dalam sambutan tertulis Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman yang dibacakan Kepala Diskominfostaper Ronny Bonar Hamonangan Siburian, disebutkan bahwa persoalan sinkronisasi data masih menjadi tantangan utama.
“Data kita belum sempurna, masih ada yang tidak sinkron. Ini adalah tantangan yang harus kita jawab dengan kolaborasi. Tanpa sinkronisasi antar-PD, mustahil masyarakat bisa mendapatkan informasi yang berkualitas,” kata Ronny membacakan sambutan bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya optimalisasi data E-Kinerja (E-Kin) agar dapat terintegrasi dengan baik ke sistem pusat. Ia mengingatkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pengelolaan data maupun profesionalisme aparatur. Saat ini masih terdapat sekitar 1.080 data yang belum terinput, sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh operator Portal Satu Data. (ADV/ProkopimKutim/KR)













