
SANGATTA — Pemerataan akses pendidikan kembali menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur. Anggota Komisi D DPRD Kutim yang membidangi kesejahteraan rakyat, Ramadhani, menegaskan bahwa program beasiswa bagi mahasiswa asal Kutim harus lebih mudah diakses dan tepat sasaran.
“Beasiswa ini penting agar anak-anak Kutim yang kuliah di luar daerah tetap mendapat perhatian. Tahun ini saya sudah usulkan sekitar Rp 800 juta untuk beasiswa mahasiswa luar Kutim,” ungkap Ramadhani.
Ia menilai, banyak pelajar berprestasi dari Kutim yang terkendala ekonomi. Bantuan beasiswa, katanya, bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan investasi strategis untuk membangun sumber daya manusia unggul di masa depan.
Ramadhani menjelaskan bahwa usulan beasiswa tersebut tengah dikomunikasikan dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim. Ia menegaskan bahwa program ini akan diarahkan bagi mahasiswa yang memiliki KTP Kutai Timur dan tercatat aktif di perguruan tinggi mana pun di Indonesia.
“Syaratnya cukup sederhana, asal dia mahasiswa aktif dan warga Kutim, itu sudah cukup. Jangan dipersulit dengan birokrasi yang panjang,” tandas legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.
Politisi muda kelahiran Sangatta itu berpendapat, kemudahan prosedur justru akan mempercepat penyaluran bantuan bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. Ia menambahkan, beasiswa ini diharapkan menyentuh ratusan mahasiswa yang menempuh studi di Pulau Jawa, Kalimantan, hingga kawasan Indonesia Timur.
Ramadhani menekankan bahwa DPRD Kutim bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dalam mendorong pemerataan pendidikan. Program beasiswa tidak hanya membantu biaya kuliah, tetapi juga bisa diperluas ke penelitian, tugas akhir, dan prestasi akademik.
“Pendidikan harus jadi prioritas utama. Kita ingin anak-anak muda Kutim tidak hanya kuliah, tapi pulang membawa ilmu dan kontribusi bagi daerahnya,” imbuhnya.
Ia juga berharap agar pengelolaan beasiswa dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ramadhani menyimpulkan bahwa beasiswa bukan hanya bantuan finansial, tetapi simbol komitmen untuk membangun masa depan daerah.
“Kalau dikelola dengan baik, beasiswa ini bisa melahirkan generasi Kutim yang unggul dan berintegritas. Mereka inilah nanti yang akan membawa Kutai Timur semakin maju dan dikenal di tingkat nasional,” tutup Ramadhani. (ADV)













